Kamis, 05 Juli 2012

Tumbuhan paku di Cuban Talun


Dryopteris sp
Gambar pengamatan                                                             Gambar Literatur
Lokasi                                      : Cuban Talun
Tanggal pengambilan             :
Sistematika takson                 :
Klasifikasi
Kingdom  Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Division Pteridophyta
Order  Polypodiales
Family  Dryopteridaceae
Genus  Dryopteris
Nama Lokal    : Aspidium
Deskripsi
Dryopteris sp adalah tumbuhan yang termasuk dalam kelompok paku-pakuan kelas Filicinae (Paku Sejati), ordo Polypodiales, Anak suku Woodsieae dimana habitatnya berada di tanah dan tersebar diseluruh bumi.



Morfologi

·         Habitat
Tumbuhan paku ini banyak terdapat di tempat-tempat lembab, pegunungan, sawah, tembok, sumur,batu-batuan dan biasanya banyak terdapat pada tumpukan batu bata yang lembab, dan mudah di temukan dimana saja baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. 
·         Habitus
Pakuan ini berhabitus herba agak berkayu, serta sudah memiliki sistem pembuluh (xylem/ phloem) disebut tracheophyta, sudah terbentuk embrio dan berspora untuk alat perkembangbiakannya.
·         Daun
Bentuk/bangun daun dari Dryopteris sp adalah bentuk delta dengan tepi bersirip-sirip (pinna), daunnya sporofil yakni terdapat spora di bagian ventral. Ujungnya meruncing, tepi bercangap, ukuran daun terdiri dari 2 ukuran yaitu satu lebih besar dan yang satu lebih kecil (anisofil). Warna daun Hijau kecoklatan, tekstur daun berbentuk helaian, permukaan ventral daun ditutupi spora, bagian dorsalnya halus. Termasuk daun majemuk menyirip, daun dimorfisme yakni dalam 1 tangkai ada daun tropofil dan sporofil, di bagian ventral sporofil dan dorsal tropofil.
·         Batang
Batang pakuan ini berupa rimpang yakni tegak, panjang dan ramping, dimana permukaannya halus serta berwarna coklat. Batang tidak bercabang, dan berbulu halus.
·         Akar
Akarnya adalah serabut bercabang-cabang secara dikotom, dan berwarna coklat, biasanya akar pada pakuan ini menempel di tembol, batu-batuan dan di permukaan tanah.
·         Sporofil
Susunan sporofil pada Dryopteris ini rapat, berkelompok, dan berwarna coklat kemerah-merahan. Kumpulan sorus (sori) berkelompok. Sporangium bernentuk ginjal, bertangkai dengan anulus vertikal, tidak sempurna; jika masak, pecah dengan celah melintang, terdapat sel yang seperti ginjal terdiri dari sel-sel yang menonjol keluar dengan penebalan dinding radial dan dinding dalam. Bagian sisi perut yang sel-selnya tidak menebal itu dinamakan stomium. Annulus bekerja sebagai suatu mekanisme kohesi dan menyebabkan terbukanya sporangium ginjal.
·         Spora
 dalam sporangium yang berkumpul membentuk sorus (sori). Sorus dibungkus indusium, terletak marginal atau dorsal dari sporofil. Sporangium berdinding tipis, bertangkai dan mempunyai mempunyai anulus yang letaknya vertikal
·         Siklus hidup
Perkembangbiakan Dryopteri sama dengan tumbuhan paku lainnya yaitu dengan menggunakan spora. Spora yang dihasilkan oleh sporangium merupakan hasil meosis, meiospora. Jika spora tersebut jatu ditempat yang sesuai spora akan berkembang menjadi protalus (protaliua) eksosporik, spora berkecambah, membentuk gametofit homotalus (berumah satu) di luar batas dinding spora. 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheL0byA1gpO7kQK0ZsTYKjm16HonPO3QREBIjjb5jwCAN6NRzVEAXyq9YtnTm6EpYn1KAOf-FMjLadQSEgdmI38NaCH5FEr481UHErJI52uWaleks0P1iQq67b43htMY1eRZyU71y1mx-d/s400/oyi5.png


·         Manfaat
Sebagai tanaman hias karena berumur panjang dan bisa juga dibuat obat-obatan untuk penyakit tertentu pada hewan dan manusia.



Cyathea sp
Gambar Pengamatan                                                             Gambar Literatur
                                   
Lokasi                             : Cuban Talun
Tanggal pengambilan : 18 maret 2012
Sistematika Takson      :
·         Klasifikasi cythea
Kingdom  Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Divis Pteridophyta
Subdivisi  Ppteridophytina
Classles Ptosporongiopsida
Subclass Leptosporongiopsidae
Ordo Filicales
Famili Cyatheaceae
Genus Cyathea  Sp

Nama Lokal                : Paku Tiang
Deskripsi
·         Habitat
banyak dijumpai di daerah tropika dan sub tropika (Dasuki, 1991)

·         Akar
Paku ini mempunyai akar berserabut dan dilindungi kaliptra(tjitrosoepomo, 1991)

·         Batang
Paku ini mempunyai batang yang kuat, maka sering digunakan sebagai bahan bagunan.Tinggi batang dapat mencapai 15 meter dengan diameter antara 25-50 cm.
pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris(tjitrosoepomo, 1991)
·         Daun
Daun besar dan panjangnya dapat sampai beberapa meter, biasanya berupa daun majemuk menyirip ganda.Sporangium terdapat didalam sorus yang terletak di permukaan bawah daun.Sorus berbentuk bola, termasuk tipe gradatae, tetapi beberapa jenis menunjukkan peralihan tipe mixtae.Sorus dapat dilindungi oleh indusium atau tidak(tjitrosoepomo, 1991)

Kunci identifikasi masing-masing jenis Cyathea
Kunci untuk spesies :
1.      Sisik pada dasar stipes pernah setose, ferrugineous di margin; daun di bawahnya tidak layu.
2.      Sori dengan indusia
3.      Penurunan permukaan costae dan costules berbulu
4.      Rendah permukaan costules bersisik                                                 
5.       indusium seluruhnya tertutup oleh dasar sorus; Parafisa thansporangia lagi
6.      indusium tidak sepenuhnya tercakup oleh dasar sorus; Parafisa lebih pendek dari  sporangia                                                                                              
7.      pinna-malai dan costae bersisik                                                          
8.      pinna-malai dan costae berbulu dan bersisik
9.      sori tanpa indusia                                                                               
10.    pinnules jelas mengintai, subentire atau bergerigi sangat dangkal     
11.  pinnules sessile atau hampir jadi, lobed untuk lebih dari 1 / 3 jalan menuju   costae                                                                                                               
12   scales pada dasar stipes setose; tidak ferrugineous di margin; daun bawah hijau keabu-abuan 

·         Sistem Reproduksi Cyathea
Reproduksi tumbuhan ini dapat secara aseksual, yaitu: (farrar,89)
1.      Vegetative : yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi secara seksual
2.      Generative : melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat – alat kelamin (gametogonium). Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum).seperti halnya tumbuhan lumut , tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).

·         Siklus hidup Chyatea
Paku Peralihan Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina(tjitrosoepomo, 1991
·         Manfaat Cyathea
Paku ini mempunyai batang yang kuat, maka sering digunakan sebagai bahan bagunan, digunakan dalam upacara adat Hindu dan Digunakan sebagai bahan bakar  
Bolbitis Sp.
Gambar perbandingan Bolbitis Sp. Hasil pengamatan dengan gambar literature yakni :
Gambar Hasil Pengamatan
Gambar Literatur


(Michael, 2011)

4.6.1 Klasifikasi:
Klasifikasi Bolbitis Sp. Yakni:
Kingdom       Plantae
Subkingdom     Tracheobionta
Divisi               Pteridophyta
Class                Filicopsida
Orders        Polypodiales
Family         Lomariopsidaceae
Genus         Bolbitis
Species        Bolbitis heudelotii L.
4.6.2 Deskripsi
·  Lokasi                               : Cuban talun
· Tanggal pengambilan      : 18 Maret 2012
· Nama local                       :
· Habitat                              : Terestrial
· Manfaat                :
   Tumbuhan paku-pakuan jenis Bolbitis heudelotii L. ini banyak di manfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias.Dan kebanyakan jenis Bolbitis secara umum di jadikan sebagai vegetasi tambahan pada lingkungan aquarium ikan.
· Ental                                 : Daun muda biasanya menggulung.
· Sori                                   :
· Spora :
Termasuk dalam paku heterosfor yang menghasilkan dua macam spora yaitu mikrospora dan megaspora.Sporangium memiliki sejumlah sel penutup berdinding tebal dan membentuk cincin yang di sebut annulus.
· Rhizoma :Akar umumnya berbentuk serabut, dan bercabang-cabang.
· Stipe : Batang berupa rhizoma
· Lamina :
Memiliki susunan daun yang umumnya membentuk bangun sayap (menyirip) majemuk dan pada bagian pucuk tumbuhan itu terdapat bulu-bulu.

             

 















                                                                                                                                                                                                           

Dasuki, undang ahmad.1991.Sistematik Tumbuhan Tinggi.Bandung:institut teknlogi Bandung

Farrar, donald R.1989.Hymenophyllacea in flora of north america.oxford university press.Inggris.

Holttum, R.E. 1972.  Cyatheaceae in Flora Malesiana. Vol. 6, Serie II.

Holttum, R.E.1968.A Rivised flora of Malaya, fern of Malaya. Government printing office.Singapore.

Jones, D.L. 1987. Encyclopaedia of Ferns. London: British Museum (Natural History).
 (Holttum, 1968)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar