Dryopteris sp
Gambar pengamatan Gambar
Literatur

Lokasi :
Cuban Talun
Tanggal pengambilan :
Sistematika takson :
Klasifikasi
Nama Lokal : Aspidium
Deskripsi
Dryopteris sp adalah tumbuhan yang termasuk dalam
kelompok paku-pakuan kelas Filicinae (Paku Sejati), ordo
Polypodiales, Anak suku Woodsieae dimana habitatnya berada di tanah dan
tersebar diseluruh bumi.
Morfologi
·
Habitat
Tumbuhan paku ini banyak terdapat di tempat-tempat lembab, pegunungan,
sawah, tembok, sumur,batu-batuan dan biasanya banyak terdapat pada tumpukan
batu bata yang lembab, dan mudah di temukan dimana saja baik di dataran rendah
maupun dataran tinggi.
·
Habitus
Pakuan ini berhabitus herba agak berkayu,
serta sudah memiliki sistem pembuluh (xylem/ phloem) disebut tracheophyta,
sudah terbentuk embrio dan berspora untuk alat perkembangbiakannya.
·
Daun
Bentuk/bangun daun
dari Dryopteris sp adalah bentuk
delta dengan tepi bersirip-sirip (pinna), daunnya sporofil yakni
terdapat spora di bagian ventral. Ujungnya meruncing, tepi bercangap, ukuran
daun terdiri dari 2 ukuran yaitu satu lebih besar dan yang satu lebih kecil (anisofil).
Warna daun Hijau kecoklatan, tekstur daun berbentuk helaian, permukaan ventral
daun ditutupi spora, bagian dorsalnya halus. Termasuk daun majemuk menyirip,
daun dimorfisme yakni dalam 1 tangkai ada daun tropofil dan sporofil, di bagian
ventral sporofil dan dorsal tropofil.
·
Batang
Batang pakuan ini
berupa rimpang yakni tegak, panjang dan ramping, dimana permukaannya halus
serta berwarna coklat. Batang tidak bercabang, dan berbulu halus.
·
Akar
Akarnya adalah serabut bercabang-cabang
secara dikotom, dan berwarna coklat, biasanya akar pada pakuan ini menempel di tembol, batu-batuan dan di permukaan tanah.
·
Sporofil
Susunan sporofil
pada Dryopteris ini rapat, berkelompok, dan berwarna
coklat kemerah-merahan. Kumpulan sorus (sori) berkelompok. Sporangium bernentuk
ginjal, bertangkai dengan anulus vertikal, tidak sempurna; jika masak, pecah
dengan celah melintang, terdapat sel yang seperti ginjal terdiri dari sel-sel
yang menonjol keluar dengan penebalan dinding radial dan dinding dalam. Bagian
sisi perut yang sel-selnya tidak menebal itu dinamakan stomium. Annulus bekerja
sebagai suatu mekanisme kohesi dan menyebabkan terbukanya sporangium ginjal.
·
Spora
dalam sporangium yang berkumpul membentuk
sorus (sori). Sorus dibungkus indusium, terletak marginal atau dorsal dari
sporofil. Sporangium berdinding tipis, bertangkai dan mempunyai mempunyai
anulus yang letaknya vertikal
·
Siklus hidup
Perkembangbiakan Dryopteri sama dengan tumbuhan paku lainnya yaitu dengan menggunakan spora.
Spora yang dihasilkan oleh sporangium merupakan hasil meosis, meiospora. Jika
spora tersebut jatu ditempat yang sesuai spora akan berkembang menjadi protalus
(protaliua) eksosporik, spora berkecambah, membentuk gametofit homotalus
(berumah satu) di luar batas dinding spora.
·
Manfaat
Sebagai tanaman hias karena berumur panjang
dan bisa juga dibuat obat-obatan untuk penyakit tertentu pada hewan dan
manusia.
Cyathea sp
Gambar Pengamatan Gambar
Literatur

Lokasi : Cuban Talun
Tanggal pengambilan : 18 maret 2012
Sistematika Takson :
·
Klasifikasi cythea
Kingdom
Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Divis Pteridophyta
Subdivisi
Ppteridophytina
Classles Ptosporongiopsida
Subclass Leptosporongiopsidae
Ordo Filicales
Famili Cyatheaceae
Genus Cyathea Sp
Nama Lokal : Paku Tiang
Deskripsi
·
Habitat
banyak dijumpai di daerah tropika dan sub tropika (Dasuki, 1991)
·
Akar
Paku ini mempunyai akar berserabut dan
dilindungi kaliptra(tjitrosoepomo, 1991)
·
Batang
Paku ini mempunyai batang yang
kuat, maka sering digunakan sebagai bahan bagunan.Tinggi batang dapat mencapai
15 meter dengan diameter antara 25-50 cm.
pada paku tiang (Alsopila sp.
dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma).
Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris(tjitrosoepomo, 1991)
·
Daun
Daun besar dan panjangnya dapat sampai
beberapa meter, biasanya berupa daun majemuk menyirip ganda.Sporangium terdapat
didalam sorus yang terletak di permukaan bawah daun.Sorus berbentuk bola,
termasuk tipe gradatae, tetapi beberapa jenis menunjukkan peralihan tipe
mixtae.Sorus dapat dilindungi oleh indusium atau tidak(tjitrosoepomo, 1991)
Kunci identifikasi masing-masing jenis Cyathea
Kunci untuk spesies :
1. Sisik pada dasar stipes pernah
setose, ferrugineous di margin; daun di bawahnya tidak layu.
2. Sori
dengan indusia
3. Penurunan
permukaan costae dan costules berbulu
4. Rendah
permukaan costules
bersisik
5.
indusium seluruhnya tertutup oleh dasar sorus; Parafisa thansporangia
lagi
6. indusium tidak sepenuhnya tercakup oleh
dasar sorus; Parafisa lebih pendek dari
sporangia
7.
pinna-malai dan costae
bersisik
8.
pinna-malai dan costae berbulu dan bersisik
9. sori tanpa
indusia
10. pinnules jelas mengintai, subentire atau
bergerigi sangat dangkal
11. pinnules sessile atau hampir jadi, lobed untuk lebih dari 1 / 3
jalan menuju costae
12. scales pada dasar stipes setose; tidak
ferrugineous di margin; daun bawah hijau keabu-abuan
·
Sistem Reproduksi Cyathea
Reproduksi tumbuhan ini dapat secara
aseksual, yaitu: (farrar,89)
1. Vegetative
: yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada
tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi secara seksual
2. Generative
: melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat – alat kelamin
(gametogonium). Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan
gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum).seperti halnya tumbuhan lumut
, tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).
·
Siklus hidup Chyatea
Paku Peralihan Paku ini merupakan peralihan
antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang
bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis
kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina(tjitrosoepomo, 1991
·
Manfaat Cyathea
Paku ini mempunyai batang yang kuat, maka
sering digunakan sebagai bahan bagunan, digunakan dalam upacara adat Hindu dan
Digunakan sebagai bahan bakar
Bolbitis Sp.
Gambar perbandingan Bolbitis Sp.
Hasil pengamatan dengan gambar literature yakni :
|
Gambar Hasil Pengamatan
|
Gambar Literatur
|
![]() |
![]()
(Michael, 2011)
|
4.6.1 Klasifikasi:
Klasifikasi Bolbitis Sp. Yakni:
Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Divisi Pteridophyta
Class Filicopsida
Orders Polypodiales
Family Lomariopsidaceae
Genus Bolbitis
Species Bolbitis heudelotii L.
Subkingdom Tracheobionta
Divisi Pteridophyta
Class Filicopsida
Orders Polypodiales
Family Lomariopsidaceae
Genus Bolbitis
Species Bolbitis heudelotii L.
4.6.2 Deskripsi
· Lokasi : Cuban talun
·
Tanggal pengambilan : 18 Maret 2012
·
Nama local :
· Habitat : Terestrial
· Manfaat :
Tumbuhan
paku-pakuan jenis Bolbitis heudelotii L. ini banyak di manfaatkan
masyarakat sebagai tanaman hias.Dan kebanyakan jenis Bolbitis secara
umum di jadikan sebagai vegetasi tambahan pada lingkungan aquarium ikan.
· Ental : Daun muda biasanya menggulung.
· Sori :
· Spora :
Termasuk dalam paku heterosfor yang
menghasilkan dua macam spora yaitu mikrospora dan megaspora.Sporangium memiliki
sejumlah sel penutup berdinding tebal dan membentuk cincin yang di sebut
annulus.
· Rhizoma :Akar umumnya berbentuk serabut, dan bercabang-cabang.
·
Stipe :
Batang berupa rhizoma
·
Lamina
:
Memiliki susunan daun yang umumnya membentuk
bangun sayap (menyirip) majemuk dan pada bagian pucuk tumbuhan itu terdapat
bulu-bulu.
Dasuki, undang ahmad.1991.Sistematik Tumbuhan
Tinggi.Bandung:institut teknlogi Bandung
Farrar, donald R.1989.Hymenophyllacea in flora of
north america.oxford university press.Inggris.
Holttum, R.E. 1972. Cyatheaceae in Flora
Malesiana. Vol. 6, Serie II.
Holttum, R.E.1968.A Rivised flora of Malaya, fern
of Malaya. Government printing office.Singapore.
Jones, D.L. 1987. Encyclopaedia of Ferns. London: British
Museum (Natural History).
(Holttum, 1968)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar